Belia

Sebuah Nasihat

 

Mari memaknai!

Ketika ranting-ranting putih 

tumbuh di kepala

Ketika sorot mata hilang ketajaman

Ketika roboh pagar di bibir   

Ketika tulang dan sendi merintih

Ketika dunia lepas 

dari genggaman tangan 

 

hilang keramaian

 

sunyi memukul dada

 

2025

 

 

 

Seorang Kawan

 

Seribu orang telah datang

lalu pergi

tak kembali

tak tersisa 

meski sedikit waktu 

dan pengertian.

 

Tapi seorang kawan 

ia datang

dan tak pernah pergi

memberikan sebagian miliknya

dan sebagian lagi

ia tawarkan dengan sukacita.

 

2025

 

 

 

Mencari Hikmah

 

Sang pencari hikmah

ia berjalan

bukan ke gua

bukan ke bukit

bukan ke gunung.

 

Langkahnya ke kantor

ke pabrik

ke pasar

ke tanah berlumpur

ke tempat-tempat mencari kehidupan.

 

Sebab, di sanalah

air mata

keringat

darah

menjadi mutiara hikmah.

 

2025

 

 

 

Keluarga

 

Cuaca dingin

Banyak ingin

Di luar kegelapan menguasai jalan

Di ruang keluarga 

sebuah TV analog telah lelap

Anak-anak melingkari seorang ibu

yang bercerita

bercerita

 

Semua terasa hangat

 

2025

 

 

 

Terbang dengan Baling-Baling Cuaca

 

Saat aku menengok ke luar jendela. Saat aku jatuh cinta pada luaran rumah. Pada

sebatang pohon delima: butiran mutiara merah muda, putih kristal. Dari dahannya

yang mungil, aku terbang dengan baling-baling cuaca. Pengetahuan basah dan

keringnya daun. Terseok-seok lari ke paha putih dunia. Ranting patah, patah hati.

 

Buah jatuh, jatuh hati.

 

awan puisi

bulan melengkung malu

bintang mengedipkan biji mata

tumbuh bulu-bulu

anak-anak burung

mengeja pujian, mengeja pujaan

begitu lembut, bertemu kabut

seperti biasanya

semua berawal, semua berakhir.

 

2025

 

 

 

Belia

 

Belia kamu ketika itu. Hijau seperti pucuk daun. Aku melihat dua pipi yang

manis, ditempah dari warna merah lembayung. Menawan hati aromamu menusuk

sukmaku. Kutahu darahku mengalir seperti sungai kecil di tepi hutan. Ke muara

meluap ke laut. Matahari menyala, matahari berderak-derak. Bayanganmu seperti

bunga matahari. Biji-biji menggila.

 

bagiku, tak satu pun tahu

kesukaan ini nyaris saja

rasa pepermin

rintihan-rintihan terdengar

sebaris kisah di jendela

yang tertutup

yang terkunci

yang terlelap

demikian lama.

 

2025

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!