Endapan, Kenang, Kening, dan Puisi Lainnya
Embun mengeruhkan kota. Namamu sempat terbaca, lalu larut
Lahir di Gresik, Jawa Timur, 24 Februari 1985. Karyanya terhimpun dalam berbagai antologi puisi kolaboratif: Rapsodia dan Elegi Cinta (2021), Melodia Aksara Rindu (2022) bersama penyair Malaysia, serta antologi lintas empat negara Serenade Musim (2025).Menghadirkan karya dalam bentuk musikalisasi puisi melalui kanal YouTube @SholihulMubarokOfficial. Saat inictengah mempersiapkan buku puisi terbarunya berjudul Dalam Semesta Matamu (2026).
Embun mengeruhkan kota. Namamu sempat terbaca, lalu larut

Ciumlah, Mijnheer. Wangi mawar layu kerah bajumu beradu amis keringat kuli panggul Sunda Kelapa.
