Celana, Melati, dan Nota yang Terlambat
Sampai di apartemen, ia melihat tumpukan pakaian Laras. Mereka kini hanyalah kain.
Lulusan Teknik Industri Universitas Sebelas Maret ini saat ini berkarya di Kementerian Pekerjaan Umum, setelah sebelumnya sempat berkancah di industri manufaktur dan pertambangan. Suka sastra sejak 2016, dan ia pernah aktif di Komunitas Kamar Kata Karanganyar. Sudah menerbitkan sekumpulan puisi berjudul Adu Tabah (2020), Sirus Media. Pernah mendapat penghargaan Juara 3 Cipta Puisi Olimpus UNS (2019) dan Juara 5 Cipta Puisi Nasional Suakanala (2020) dan penghargaan lainnya. Pencapaian terbesar menurutnya adalah ketika terpilih untuk mengisi antologi mendiang Sapardi Djoko Damono dalam Menenun Rinai Hujan (2018). Instagram @____yudhistira
Sampai di apartemen, ia melihat tumpukan pakaian Laras. Mereka kini hanyalah kain.

Klimaksnya terjadi di tengah udara yang semakin dingin. Ibu Ida menuntut KIC yang cacat itu untuk dihancurkan, untuk menjaga kesucian data.
