Muhammad Syamsul

7 POSTS 0 COMMENTS
Mahasiswa UIN Bandung
Puisi-puisi Muhammad Syamsul Aimmah
Namamu yang Hujan Namamu yang hujan jatuh membasahi kenangan Bunga-bunga tumbuh dan mekar dalam ingatan.   Bandung, 2016     Alarm saya memasang alarm bunyinya menghidupkan namamu ingatan bangun kemudian berziarah ke makam-makam   mengenang yang hilang.   Bandung, 2016     Saat Matamu Tidak Bisa Meraba Saat matamu tidak bisa meraba jalan-jalan cinta, tanganku bergerak menjemput kesedihanmu.   Lalu kita berjalan, menyeberangi kecemasan demi kecemasan.   Bandung, 2017     Kekasihku, Sudikah Kau? Lampu telah kupadamkan dan hari semakin gelap Orang-orang...
(Menanggapi “Golput: Menyiasati Sakit Hati yang Berkali-kali” oleh Fahad Fajri") Sebelumnya mari kita sepakati beberapa hal terlebih dulu. Pertama, bahwa bangsa yang baik adalah yang terdiri dari sekumpulan anak muda yang menolak lupa. Selanjutnya, Republik ini masih punya banyak pekerjaan rumah yang belum selesai. Apalagi pekerjaan itu adalah terkait pelanggaran-pelanggaran...
Pilgub Jabar tahun ini memberikan kesan berbeda bagi saya. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun-tahun sebelumnya saya selalu mengikuti suara orang tua saya, tapi kali ini tidak. Saya memiliki pilihan sendiri dan berbeda dengan keluarga dan mayoritas warga kampung saya. Meski kami sama-sama warga Nahdliyin, kami berbeda pandangan politik. Saya...
Pilkada serentak tinggal menghitung jam saja. Sudah menentukan pilihan? Itu pasti berat sekali. Memilih memang bukan perkara yang mudah, bahkan jika kamu memilih golput sekalipun. Sebab rasanya semua pilihan pasti punya alasan. Nah, alasan-alasan ini jelas punya landasan ideologis dan ekspresif yang bermacam-macam. Cuma untuk akun-akun media sosial yang saya...
  Awalnya Jon Jandai adalah seorang petani yang tinggal di daerah pedesaan di Thailand. Ia pergi ke Bangkok hanya untuk mengejar kesuksesan, ia jungkir balik bekerja dan sekolah di perguruan tinggi. Namun yang ia dapatkan justru hal yang di luar harapannya. Selama di Bangkok, ia tinggal di sebuah ruangan kecil bersama...
Dia telah membuat hidup saya menderita. Pakaian kurang, makan kurang, tidur kurang, kekasih kurang. Penulis itu punya kebencian besar pada saya. Padahal kami berdua belum pernah sekalipun bertemu sehingga menutup kemungkinan besar bagi saya untuk bisa membalasnya. Bajingan! Saya tidak ingin hidup sebetulnya. Tetapi penulis bajingan itu telah memberikan saya...

TERPOPULER

SEMINGGU