Lahir dan menetap di Kota Samarinda, 24 April 2008. Saat ini dia masih fokus dengan pendidikan SMK jenjang akhir di Sekolah Vokasi Kehutanan dengan bayang-bayang masa depan yang tidak pernah terlihat hilalnya. Daripada memikirkannya, Adriano lebih memilih untuk menulis akal-akalan yang tidak pernah habis di benaknya.

Proposal untuk Tuhan

Aku berjalan santai menuruni anak tangga jembatan. Aku lihat banyak orang berbondong-bondong mengerumuni wilayah kampus. Ternyata mereka geram karena fajar dan IPB telah aku potong. Aku lihat langit menjadi rumpang beserta IPB dan isinya.