Erwin Setia

Avatar
10 POSTS 0 COMMENTS
Lahir tahun 1998. Penikmat puisi dan prosa. Kini menempuh pendidikan di Prodi Sejarah dan Peradaban Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di berbagai media seperti Koran Tempo, Media Indonesia, Pikiran Rakyat, Minggu Pagi, Solopos, Haluan, Koran Merapi, Litera.co.id, dan Cendana News.
ya Allah, jadikanalah Netizen sebagai makhluk yang mulia~
Teruskan menangisnya, guys. Awas jangan banyak-banayak, nanti batal puasanya. Lah?
Dalam buku ini paman Yusi seolah mengamalkan betul kata-kata seorang penulis, “Jangan pernah kasihani tokoh dalam ceritamu.”
Jika sebelum 17 April 2019 tiba-tiba saja Joko Widodo menerbitkan novel berjudul Blusukan Itu Luka atau Prabowo Subianto menerbitkan kumpulan cerpen Pengakuan Seorang Penculik, misalnya, mungkin kita mesti mempertimbangkan ulang untuk kembali membahas politik. Hehe.
Seperti Sulak, saya ingin lebih banyak lagi membaca dan menulis, menjaga kewarasan, tidak ikut-ikutan gila seperti sebagian orang yang telah mencemarkan nama baik berudu (cebong) dan lelawa (kampret)
Dengan merebaknya novel grafis, siapa tahu bisa jadi alternatif bagi yang tak mau cuma dianggap pembaca komik doang, atau bagi yang ingin merasakan ‘sensasi sastra’ tapi belum sanggup membaca buku yang isinya kata-kata doang. Intinya ini bisa menjadi gerbang untuk keduanya.
Yang jelas, kini saya suka membaca, walaupun tetap saja waktu yang saya gunakan untuk tidur dan hal-hal lain selain membaca masih jauh lebih banyak.
di tengah lesunya angka literasi dan ramainya razia buku-buku, meramaikan perpustakaan adalah perlawanan!
Aku baru beli mobil itu kemarin dan hari ini benda yang punya fungsi sampingan sebagai penggaet hati mertua itu sudah tidak lagi berada di tanganku.             Tidak penting kau tahu apa merek, warna, klasifikasi, atau berapa harga mobil tersebut. Sebab, jika aku menceritakan semua itu padamu, takkan lantas menjadikan...

TERPOPULER

SEMINGGU