Lahir di Lombok, sekarang terdampar di Bali demi gelar yang katanya tinggal selangkah lagi. Mahasiswa Sastra Indonesia semester akhir yang lebih akrab dengan draf skripsi daripada tidur malam.
Menulis bukan karena puitis, tapi karena kegundahan perlu tempat yang lebih keren dari sekadar keluhan.