Pengalaman Seharian Belajar Bahasa Teknik
Gak tahu, ah. Lelah.
Menulis puisi, prosa, melukis, dan bermusik tipis-tipis. Bukunya sudah 4, As Blue As You (2022), Jayanti (2023), Notes of The Lost Sheep (2024). dan Yusuf dan Sapi Betina (2025). Suka pamer dan suka bikin pameran.

Begitulah kiranya. Kami dari bangsa selain manusia kadang sempat berpikir betapa Ibu selalu pilih kasih. Ibu selalu menyayangi manusia dan kami seperti anak tiri saja tindak- tanduknya.


Saya menghapus jejak para baron di tubuh saya: yang membabat habis sebagian besar hidup saya sampai tak tersisa apa-apa. Tidak ada apa-apa lagi di tubuh saya, terlebih lahan buat menyemai benih. Matahari membakar beberapa batang pohon karet yang masih melekat di perut dan tangan saya setelah memuntahkan getahnya semalam. Saya lalu menyulut beberapa helai ganja […]

Mimik dan raut wajahnya Sheldon di sini sangat tepat, sesuai naskah, gak kurang gak lebih, dan astaga! Caranya berbicara kata-kata formal seperti brasserie, genuinely, criticism, initiating, detest, principles, dan assummed di percakapan sehari-hari tuh bikin saya salut. Bayangkan kamu lagi nonton film tapi kamu berasa TOEFL, dan percakapan TOEFLnya diucapin sama anak kecil pula.

Seekor lintah pernah hinggap di leher saya setelah saya bermain di rawa. Saya bergidik geli sambil mencoba melepaskan hisapannya. Saya menangis dan Ibu menaburi garam sampai lintah itu mati mengering kehabisan lendirnya.

Sebetulnya saya jarang belanja. Selain karena uang saya habis di rokok, saya juga lebih senang jajan makanan daripada pakaian. Lagian, ayolah saya gak ngerti brand dan fashion. Kalaupun Yulita -si paling ngerti fashion- bilang "Wih, tas mahal nih." "Wih, baju branded nih," ke saya, percayalah: semua barang mahal yang saya pakai itu pemberian pasangan saya.

Di film-film apokaliptik, biasanya tokoh utama adalah tokoh yang kuat, cerdas, bisa berantem, punya channel dengan pemerintah atau orang penting lah. Seolah-olah yang bisa bertahan dalam keadaan porak poranda adalah mereka yang punya privilege aja biar dijemput pakai helikopter pemerintah gitu~

Waktu lututnya terjatuh pada butir-butir pasir, barulah ia sadar sudah tersesat begitu jauh dari rumah.

Hatiku gelisah, kengerian maut telah menimpa aku. Aku dirundung takut dan gentar, perasaan seram meliputi aku. Pikirku: ”Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang, bahkan aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun. Aku akan segera mencari tempat perlindungan terhadap angin ribut dan badai.”Mazmur 55: 6-9.
