Alasan Semua Orang Harus Kenal Kak Itwill
Kakak Itwill adalah representasi paling hangat dari ruang aman untuk semua gender. Itwill menghadirkan tempat bagi semua orang untuk merasa dilihat dan didengar tanpa dihakimi.
Menulis puisi, prosa, melukis, dan bermusik tipis-tipis. Bukunya sudah 4, As Blue As You (2022), Jayanti (2023), Notes of The Lost Sheep (2024). dan Yusuf dan Sapi Betina (2025). Suka pamer dan suka bikin pameran.
Kakak Itwill adalah representasi paling hangat dari ruang aman untuk semua gender. Itwill menghadirkan tempat bagi semua orang untuk merasa dilihat dan didengar tanpa dihakimi.

Ah! Nenek itu. Lucu sekali wajahnya, dan gayanya sangat jenaka. Sebetulnya aku selalu menyukai baju-bajunya yang vintage, dia juga sering ngomong sendiri. Maka ketika lewat, aku selalu menyapanya dan meskipun terdengar tidak sopan, aku suka masuk ke dalam obrolannya.

Dalam semesta buku ini, Jieun memiliki kekuatan bisa mengatur hidupnya hanya dengan membayangkannya saja sambil memejam mata. Woah. Saya tidak terbayang jika saya memiliki kekuatan itu. Tentu lah saya tidak usah payah bekerja, cukup bayangkan saja rumah saya besar dan punya banyak makanan yang tak pernah habis, maka tring! Saya akan menjadi mbak-mbak aktivis yang 100% mampu melawan keserakahan kapitalis enih!

Awal-awal sih saya kira semua kereta sama saja yang penting nyampe. Tapi setelah sering naik, saya mulai melihat bahwa rel-rel itu bukan cuma membelah kota, tapi juga membelah kelas sosial. Anjay~

Di lantai 40 gedung paling fancy di Jakarta, aku sedang menahan perut yang mau meledak. Sembilan bulan bekerja di sini tak membuatku kebal pada dingin AC atau toilet yang terlalu canggih tapi hari ini berbeda.

Saya kira saya sudah tajir dan layak menikah dengan anak DPR RI, tapi kok deg-degan juga ngurusin pajak rumah yang xuma sekian meter persegi saja. Ah!

Ia bingung, apa yang akan ia katakan kepada ibu-bapaknya? Padahal, ibu dan bapaknya sudah berharap si Tuyul Bahlul lulus dan sudah bisa melamar kerja di PT. Fufu Fafa Tbk, sebuah perusahaan BUMN yang bonafit dan bergengsi di negeri gaib.

Pada titik inilah, saya sampai pada satu kesimpulan bahwa banyak orang tua sebenarnya belum benar-benar siap menjadi orang tua, dan hei! Beranak-pinak itu tidak hanya urusan membuat dan membiayainya saja!

Selama ini, mereka selalu menginjak tanah, selalu menundukkan pandangan untuk melihat tanah. Lalu mereka menanami tanah, menjaganya, sampai bisa menuai yang ditanaminya. Pun, manusia "katanya" berasal dari tanah, dan pepatah selalu nyaring "Semakin berisi padi, maka semakin ia menunduk". Bukankah indah? petani-petani itulah padi sesungguhnya.

“Ayah, Aki itu istrinya banyak, ya?” tanya Salma sambil terus mengenyot botol dot berisi susu bendera cokelat. Salma tidak bisa berhenti bicara, semua hal selalu ia tanyakan sepanjang hari pada orang-orang di sekitarnya. Sekarang sudah waktunya tidur, dan Salma masih sibuk bertanya-tanya pada Ayahnya. Ayahnya sudah bosan dan tangannya mulai pegal karena Salma menjadikannya bantal. […]
