Menulis puisi, prosa, melukis, dan bermusik tipis-tipis. Bukunya sudah 4, As Blue As You (2022), Jayanti (2023), Notes of The Lost Sheep (2024). dan Yusuf dan Sapi Betina (2025). Suka pamer dan suka bikin pameran.

Memaknai Hari Tani dan Kembali Menapaki Sawah-Sawah Basah Karawang

Selama ini, mereka selalu menginjak tanah, selalu menundukkan pandangan untuk melihat tanah. Lalu mereka menanami tanah, menjaganya, sampai bisa menuai yang ditanaminya. Pun, manusia "katanya" berasal dari tanah, dan pepatah selalu nyaring "Semakin berisi padi, maka semakin ia menunduk". Bukankah indah? petani-petani itulah padi sesungguhnya.

Salma Berkenalan dengan Siti Sarah dan Siti Hajar

“Ayah, Aki itu istrinya banyak, ya?”  tanya Salma sambil terus mengenyot botol dot berisi susu bendera cokelat. Salma tidak bisa berhenti bicara, semua hal selalu ia tanyakan sepanjang hari pada orang-orang di sekitarnya. Sekarang sudah waktunya tidur, dan Salma masih sibuk bertanya-tanya pada Ayahnya. Ayahnya sudah bosan dan tangannya mulai pegal karena Salma menjadikannya bantal. […]

Kisah Cinta Sri-Mulyono: Malam Pertama APBN

Bagian sebelumnya baca di sini.   “Badanmu kurus terus.” kataku meledeknya sambil menggodanya bercanda “Tunggu kiris?” katanya sendiri Dia hanya tertawa, dan dari ujung-ujung bibirnya, garis senyumnya menggandakan kulit yang sudah keriput itu, tapi oh tampannya masih ada. “Aku kan sudah bilang, kalau mau pergi bekerja kamu harus pakai masker, tahi kayunya masuk lewat hidungmu […]

Karhutla, Paraku, dan Trauma Kolektif yang Tak Ditafsir dalam Kabut Berduri (2024)

Kabut Berduri merupakan film garapan Edwin, memiliki judul internasional Borderless Fog. Awalnya, saya kira nama lainnya akan menjadi Thorny Fog atau Spiked Fog, tapi setelah dipikir-pikir lagi, Borderless Fog lebih oke dan lebih representatif juga, kok. Borderless Fog, yang apabila diterjemahkan adalah kabut tak terbatas, atau sebutlah kabut tanpa batas. Ya, lebih tepat, bukan? Kabut […]

Kalau Bendera One Piece Dilarang, ya Bendera Kuning saja yang Berkibar

Agustus tahun ini juga ramai dengan bendera. Kisruh bendera ini bukan barang baru sebetulnya. Kalau klean ingat, di tahun 2019 Indonesia dihebohkan dengan tragedi mahasiswa Papua di Surabaya. Hanya karena bendera jatuh atau tak sengaja berada di bawah, atau tiangnya patah, entah. Sampai sekarang kabarnya masih begitu abu-abu. Yang jelas, setelah ormas setempat menyebut mahasiswa Papua tidak nasionalis hanya karena tidak mengibarkan bendera. 

More posts