Musim Mekar Selasih Episode V: Cara-Cara Baik Menghidupkan Kembali Sastrawan yang Sudah Berpulang
Sebab, sebagaimana tulisan saya sebelumnya, penyakit terbesar birokrasi kita adalah gemar mengganti kerja intelektual dengan kerja seremonial. Yuhu~
Menulis puisi, prosa, melukis, dan bermusik tipis-tipis. Bukunya sudah 4, As Blue As You (2022), Jayanti (2023), Notes of The Lost Sheep (2024). dan Yusuf dan Sapi Betina (2025). Suka pamer dan suka bikin pameran.
Sebab, sebagaimana tulisan saya sebelumnya, penyakit terbesar birokrasi kita adalah gemar mengganti kerja intelektual dengan kerja seremonial. Yuhu~
Yang lebih kurang ajar, saya bisa katakan bahkan dosen-dosen saya di Sastra Indonesia Unpad bisa jauh lebih baik.
“Mengapa beban Gen Z selalu dilempar kepada media sosial?”
Barangkali inilah warisan yang luput kita lihat: bahwa persahabatan tak cukup nongkrong-nongkrong lucu, foto estetik, atau ngonten asal-asalan.
Mari kita menapaki tilas para penulis dan kerja-kerja budayawan hebat seperti Selasih!
Sebelumnya, saya tidak pernah memberikan CV kepada orang di luar kepentingan, lagipula serius tulisan disebut CV? Haha.
Jika sebuah forum diskusi memilih satu tema diskusi tentu tidak berarti para narasumber, panitia, dan peserta hanya bekerja pada isu tersebut.
Nuhun Gusti teu nyiptakeun abdi jadi urang Purwakarta.
Kepada semua ikan, sapi, ayam, dan semua yang sudah dimakan dan menjadi energi saya sampai hari ini, saya berjanji akan melakukan hidup yang lebih bermakna dan lebih baik.
Program ini akan memiliki dampak positif pada roda perekonomian daerah, setidaknya begitu kata orang-orang yang tidak pernah menginjak lumpur tambak sampai mata kaki untuk bertahan hidup.