Series ATLA di Netflix Gak Sebagus yang Orang Bilang
Saya cuma berharap ATLA gak akan di live action-in lagi. Saya mau bilang "Sudah, lah. Jangan rusak ATLA lebih jauh."
Menulis puisi, prosa, melukis, dan bermusik tipis-tipis. Bukunya sudah 4, As Blue As You (2022), Jayanti (2023), Notes of The Lost Sheep (2024). dan Yusuf dan Sapi Betina (2025). Suka pamer dan suka bikin pameran.
Saya cuma berharap ATLA gak akan di live action-in lagi. Saya mau bilang "Sudah, lah. Jangan rusak ATLA lebih jauh."

Lagi-lagi saya merasa bersyukur dikelilingi sahabat-sahabat terbaiq saya. Yang tidak pernah menambah beban hidup saya dengan beban hidupnya mereka. Yang mandiri, tidak bergantung pada orang lain. Yang bekerja sekaligus berkarya. Yang gak ngejadiin proses berkarya sebagai tameng dari kemalasan mereka cari cuan.

Dirty Vote akan menjangkau semua orang yang tertarik dengan pemilu, termasuk tetangga saya di Cikampek: gerombolan emak-emak yang kesehariannya mengasuh anak sambil bancakan atau sekadar rujakan di depan rumah

Coblosan orang bukan urusan saya kecuali saya petugas survei atau KPPS.

Apa saya harus jadi Menteri Dalam Negeri dulu baru orang tuh percaya kalau kota yang namanya Saranjana tuh ada? Apa saya harus menjadi bagian dari lembaga negara dulu biar omongan saya valid dan layak dipertimbangkan?

Ini adalah hari ketiga saya diet sehat dan rasanya uuuuhhh! Bikin saya terus-terusan pengen teriak “Ya Alloh iket aja setannya sekarang, gak usah nunggu bulan puasa!” Seperti yang teman-teman tau ya (kalau ngepoin), saya itu doyan banget sama yang namanya ayam chicken, mi rebus telor airnya dikit, ciki kentang, kentang goreng, kopi, makanan maniez, rokok, […]

Bayangkan betapa luang waktunya dan rendah hati mereka menonton semua kegiatan kamu, membaca tulisan kamu, menonton konten kamu, menikmati karya kamu. Teman sendiri aja kan jarang loh se-apresiatif itu. Kamu harus bersyukur karena kamu punya penikmat.

"Geus mah duit dipake, tanaga dipake, otak dipake, awak dipake." katanya misuh-misuh sambil rada ceurik saeutik.

Muncul stereotip-stereotip baru terhadap perempuan yang bisa jadi lebih buruk. Bahwa perempuan adalah manusia penghisap, manusia suka duit, manusia yang rela membunuh hanya karena duit, bahwa orang yang rambutnya dicat adalah pembunuh, bahwa yang gak pake jilbab adalah bahaya, bahwa mantan LC adalah makhluk yang busuk dan doyan selingkuh.

Beberapa kali di sepanjang perjalanan Cikampek menuju Purwakarta (ataupun sebaliknya), baik itu di jalur utama ataupun jalur tikus industri BIC, saya sering banget nemu pengendara motor/mobil yang nyetir sambil ngerokok. Aduh, gimana, ya. Sebagai orang yang sangat mudah terganggu ini, saya merasa siapapun yang berkendara sambil merokok adalah orang tolol yang layak saya serempet dan […]
