Saya Jamin Geng FF Gak Bakal Gini
Oh iya, saya rasa saya harus pamerin ulang geng terbaru saya: Femme Fatale Purwakarta. Cukup menyedihkan sih, karena cita-cita Femme Fatale itu kan jadi yayasan, bukan geng! huft.
Menulis puisi, prosa, melukis, dan bermusik tipis-tipis. Bukunya sudah 4, As Blue As You (2022), Jayanti (2023), Notes of The Lost Sheep (2024). dan Yusuf dan Sapi Betina (2025). Suka pamer dan suka bikin pameran.
Oh iya, saya rasa saya harus pamerin ulang geng terbaru saya: Femme Fatale Purwakarta. Cukup menyedihkan sih, karena cita-cita Femme Fatale itu kan jadi yayasan, bukan geng! huft.

TRIGGER WARNING. Tulisan ini mengandung konten sensitif, bisa jadi beberapa bagian sangat menganggu kenyamanan kamu. Jika kamu merasa gak nyaman membacanya, gakpapa, kok. Kamu bisa berhenti membaca ini dan menenangkan dirimu. Saya cuma ingin kamu tahu, kamu gak sendiri. #MeToo Tulisan ini saya dedikasikan untuk diri saya, juga untuk semua korban pelecehan dan kekerasan seksual, […]

Saya cuma berharap ATLA gak akan di live action-in lagi. Saya mau bilang "Sudah, lah. Jangan rusak ATLA lebih jauh."

Lagi-lagi saya merasa bersyukur dikelilingi sahabat-sahabat terbaiq saya. Yang tidak pernah menambah beban hidup saya dengan beban hidupnya mereka. Yang mandiri, tidak bergantung pada orang lain. Yang bekerja sekaligus berkarya. Yang gak ngejadiin proses berkarya sebagai tameng dari kemalasan mereka cari cuan.

Dirty Vote akan menjangkau semua orang yang tertarik dengan pemilu, termasuk tetangga saya di Cikampek: gerombolan emak-emak yang kesehariannya mengasuh anak sambil bancakan atau sekadar rujakan di depan rumah

Coblosan orang bukan urusan saya kecuali saya petugas survei atau KPPS.

Apa saya harus jadi Menteri Dalam Negeri dulu baru orang tuh percaya kalau kota yang namanya Saranjana tuh ada? Apa saya harus menjadi bagian dari lembaga negara dulu biar omongan saya valid dan layak dipertimbangkan?

Ini adalah hari ketiga saya diet sehat dan rasanya uuuuhhh! Bikin saya terus-terusan pengen teriak “Ya Alloh iket aja setannya sekarang, gak usah nunggu bulan puasa!” Seperti yang teman-teman tau ya (kalau ngepoin), saya itu doyan banget sama yang namanya ayam chicken, mi rebus telor airnya dikit, ciki kentang, kentang goreng, kopi, makanan maniez, rokok, […]

Bayangkan betapa luang waktunya dan rendah hati mereka menonton semua kegiatan kamu, membaca tulisan kamu, menonton konten kamu, menikmati karya kamu. Teman sendiri aja kan jarang loh se-apresiatif itu. Kamu harus bersyukur karena kamu punya penikmat.

"Geus mah duit dipake, tanaga dipake, otak dipake, awak dipake." katanya misuh-misuh sambil rada ceurik saeutik.
