Tersisa Satu (Bagian I)
Mesin yang kehabisan token membangunkan tidurku. Suaranya galak sekali. Pandanganku langsung bertemu plafon yang menekan, bercorak alami membentuk pulau-pulau yang belum terjamah campuran antara hijau rumput dan bau lapuk.
Mesin yang kehabisan token membangunkan tidurku. Suaranya galak sekali. Pandanganku langsung bertemu plafon yang menekan, bercorak alami membentuk pulau-pulau yang belum terjamah campuran antara hijau rumput dan bau lapuk.

Cinta, mati, dan pencarian makna dalam sunyi jiwa.

Di antara aroma batagor dan kenangan yang mengendap, ia kembali ke meja makan yang hanya tersisa dalam ingatan, tempat ibu dan dirinya yang kecil masih setia menunggu cerita yang belum sempat usai.

Terdapat pergulatan batin manusia dalam menghadapi kehidupan, membawa pembaca menyusuri lapisan emosi yang dalam, dan refleksi yang menggugah.
