Ahmad Farid

Avatar
33 POSTS 0 COMMENTS
Ketua kelas Nyimpang, pustakawan di @pustakaki, aktif di Forum Taman Baca Masyarakat, Gusdurian Purwakarta dan Sanggar Sastra Purwakarta.
Dulu Revolusi Mental, sekarang impor guru. Sebenarnya siapa sih yang mentalnya perlu direvolusi?
Puisi-puisi Ahmad Farid
Jika yang salah adalah patriarki, mengapa sebagai laki-laki kita selalu merasa di posisi sulit?
Bagiamana pun saya bukan pembenci kucing, saya hanya lebih suka jika mereka tidak ada.
Kesepian melumat Das Kopi pada jam satu dini hari. Arena Das Market Vol. 3 telah sampai di hari ketiganya kini ia mulai menguap diserang kantuk dan kelelahannya sendiri. Kursi-kursi ditelungkupkan di atas meja. Perangkat sound system ditutupi terpal dan sebagian besar lampu-lampu sudah mati sejam yang lalu. Suasana bingar...
Awal tahun lalu temanku mengomentari kehidupaan asmaraku. Katanya, hari gini, masa laki-laki diputusin? Pertanyaan retorik belaka. Meskipun bentuknya kelakar, kita tahu sebenarnya ini contoh kecil ‘stereotyping’ dan bagaimana pandangan umum relasi-relasi sosial berbasis gender terbentuk. Cara kerja stereotip sepahamku adalah kotak-kotak kategori manusia yang terbangun oleh kesadaran moral tertentu masyarakatnya....
“Aku mengira, seandainya pohon-pohon beragama masihkah kita disebut sebagai manusia?” —Eko Triono: Agama apa yang pantas bagi pohon-pohon? Bersama Aroka Fadli, koordinator Jaringan Gusdurian Purwakarta, kami ikut merayakan Trisuci Waisaka bersama jamaah Budhis di Vihara Budhi Dharma Purwakarta. Semacam Idul Fihtrinya umat Budhis. Benar-benar pengalaman yang mendebarkan. Beririsan langsung dengan orang...
Kita boleh cemas jika sekolah-sekolah tidak mengenalkan Pramoedya Ananta Toer pada siswa-siswanya. Boleh gemas dengan rencana ekranisasi Bumi Manusia oleh Hanung dan aktornya Iqbaal, atau merasa jijik dengan puisi esainya Denny JA, atau iri mampus pada Tere Liye yang karya-karyanya selalu laris, dan tenaga menulisnya yang seperti kuda pacu. Atau...
Tanpa sastra kau hanya binatang yang pintar–Pramoedya A Toer   Sekolah-sekolah kita telah lama memiliki persoalan serius sebagaimana yang ditulis As Laksana: telah gagal menjadikan para siswanya menjadi anak-anak yang gemar membaca dan piawai mengungkapkan gagasan dalam tulisan. Atau jika kita mau membuatnya sesuai dengan temanya; sastra belum mendapatkan maqom khusus...
Menulis tidak lebih spesial dari bikin meja. --Puthut EA Barangkali tidak ada kegiatan yang lebih mengairahkan selain menulis. Ya, memang pacaran, makan gratis, dan nulis "hallah bacot lo" di twitter-nya @fadlizon juga mengasyikkan, tapi bukan itu yang sedang ingin kubicarakan. Semua hal yang ada dalam hidupku, pengalaman-pengalaman, bacaan-bacaan, pertemuan demi...

TERPOPULER

SEMINGGU