Bercita-cita menjadi Sibuk
terlalu sibuk bekerja demi menamakan diri mereka buku politik dan self-improvement
Seorang pemuda acak biasa asal Jakarta yang menasbihkan waktunya untuk studi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah dan membaca karya sastra.
terlalu sibuk bekerja demi menamakan diri mereka buku politik dan self-improvement

dibiarkannya kakiku berjalan sendiri

sembari mempertontonkan wajah riang gembira dan antusias berlebih

Kita tidak lagi menganggap penderitaan sebagai penyakit dan kesepian. pun kebahagiaan sebagai obat dan teman.

maaf jika puisiku seperti anak sekolah dasar yang mabuk kendaraan

adakalanya aku tidak punya cukup uang untuk membeli buku puisi dan membacakannya untuk diriku sendiri.

Upaya Menerjemahkan Cinta cinta adalah guru sejarah. yang menjelma sejarah. dan memperingatkan kau untuk jasmerah. cinta adalah seni perang. yang mengajarkan kau strategi menyerang. tanpa kau tahu mengapa harus berperang. cinta adalah ruang pesakitan. berjubellah di sana orang-orang kalahan. dan kau dan mereka membutuhkan pertolongan. dan cinta adalah kau yang lahir. […]

Aku menolaknya. lantas orang-orang itu menempatkan aku sebagai orang gila


hendaknya berdoa. supaya bala-marabahaya tak menguntitmu
