Alesan Kenapa Punya Second bahkan Third Account!

51

Siapa sih yang nggak main Instagram zaman sekarang? Dari sekedar scroll gabut sampai stalking doi pasti dilakukan setiap orang khususnya remaja.

Berdasarkan pengamatan dan survei kecil-kecilan yang saya lakukan, sebagian besar anak muda khususnya perempuan pasti punya lebih dari satu akun sosial media khususnya lagi Instagram.

Instagram seolah-olah sudah menjadi standar ke‘modern’an seseorang. Kalau kamu nggak punya Instagram, mungkin kamu akan langsung disuguhi pertanyaan, “Seriusan nggak punya?” “Beneran belum pernah main?” atau pertanyaan lainnya yang kadang malah membuat kamu nggak nyaman hanya karena kamu belum punya akun Instagram.

Indonesia sendiri merupakan negara dengan pengguna Instagram terbesar ke 4 di dunia setelah Amerika yang berada di urutan pertama. Hal ini membuktikan nih kalau masyarakat kita memang aktif di Instagram entah itu hanya untuk posting foto-foto maupun untuk kepentingan bisnis.

Tujuan yang Bermanfaat

Memiliki lebih dari satu akun pun sudah tidak asing lagi terdengar. Jangankan satu akun, dua bahkan tiga bisa jadi dimiliki oleh hanya seorang pengguna. Sudah terbayang kan mengapa Indonesia bisa diurutan ke-4 kalau begitu.

Saya sendiri sejujurnya punya tiga akun Instagram yang sampai saat ini masih aktif digunakan. Menurut saya pribadi, ketiga akun saya ini punya manfaat dan fungsi yang berbeda-beda. Biasanya hal-hal penting dan bersifat terbuka akan saya posting di first account. Sedangkan second account  lebih bersifat pribadi dan hanya orang-orang terdekat saja yang saya izinkan. Lalu third account buat apa lagi? Kadang saya pakai untuk stalking orang, kadang juga sebagai akun untuk mengikuti giveaway ala-ala yang diadakan oleh selebgram lokal.

Sebenarnya terserah anda mau dipakai untuk apa, kembali lagi ke orang yang mempunyai akun tersebut. Setiap orang punya sudut pandangnya sendiri, mungkin ada beberapa yang menggunakan first account untuk kepentingan bisnis, seperti berjualan, self-branding, dan lain-lain.

Apalagi zaman sekarang ini, mempunyai usaha dan mempromosikannya di Instagram tidaklah sulit dan sangat menguntungkan. Cukup ambil foto produkmu dan posting. Usahakan setiap konten yang kamu posting terlihat menarik, misalnya produk usahamu adalah makanan, maka carilah angle yang pas dan bumbui dengan caption yang sesuai dengan inovasimu.

Apabila muncul dalam beranda pencarian, akun bisnismu mungkin akan dikunjungi oleh banyak pengguna lainnya dan produkmu akan segera dilirik oleh calon pembeli.

Penggunaan akun lainnya yaitu self-branding. Semua jejak digital yang kamu bagikan di sosial media, khususnya di Instagram tidak akan hilang begitu saja. Akun Instagram mu bahkan akan muncul ketika orang lain mengetikkan nama kamu di mesin pencarian Google. Inilah mengapa pentingnya sikap bijaksana dan kritis saat menggunakan sosial media apapun.

Kembali lagi ke self-branding sebelumnya, tidak jarang ketika kamu melamar pekerjaan di sebuah perusahaan, mereka akan melihat profil dan pengalamanmu bekerja melalui setiap unggahan yang kamu posting di sosial media.

Hal ini juga menjadi alasan mengapa banyak orang memilih membuat second account sebagai pelampiasan tempat untuk foto-foto yang lebih bersifat privasi, karena akun utama Instagram yang mereka miliki biasanya diisi untuk menunjukkan pengalaman mereka, bakat maupun kelebihan yang dimiliki.

Account  yang Bikin Kontroversial

Keberadaan second account juga tidak luput dari kontroversi. Banyak orang yang menggunakan akun mereka menjadi akun bodong atau memalsukan identitas mereka dengan username lain hanya untuk menjelek-jelekan seseorang atau bahkan publik figure sekalipun.

Kasus ini sudah marak terjadi dan seharusnya menjadi pembelajaran untuk siapa saja. Bahwa sekalipun kita menghina atau mencemarkan nama baik seseorang di sosial media dengan menggunakan identitas palsu, cepat atau lambat tetap akan terselidiki. Aturan tegas yang mengatur hal ini dapat dilihat dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE.

Meskipun sebagian besar pengguna Instagram adalah pemuda pemudi yang  sudah cukup umur, namun tetap saja sebagian kecilnya adalah anak-anak remaja tanggung yang mungkin belum dapat mempertanggujawabkan apa yang mereka perbuat nantinya.

Dibutuhkan orang yang lebih dewasa dalam membimbing dan memantau kegiatan mereka dalam berselancar di dunia maya. Kalau saya pribadi, saya memantau kegiatan Instagram yang dimiliki adik saya. Kita bahkan saling memberitahu berapa akun yang kita miliki, dan konten apa saja yang menarik untuk saling dilihat.

Penting untuk menanamkan dan saling mengingatkan mengenai apa yang akan kita bagikan kepada publik walaupun sekedar foto, video, maupun tulisan. Tidak semua orang di luar sana menggunakan Instagram atau sosial media lainnya untuk hal yang positif sebab kita tidak tahu apa tujuan dalam diri mereka masing-masing.

Seberapa banyak akun sosial media yang dimiliki, apapun tujuannya jangan sampai merugikan diri sendiri dan orang lain. Pakailah dengan bijaksana agar kitapun tetap dapat menghibur diri di kala penat dan suntuk. Enjoy yourself!

Leave A Reply

Your email address will not be published.