Tenggelam di Ruang Hitam

Logo Ruang Hitam

Brent Luuvas bilang bahwa kota-kota kreatif seperti Yogyakarta dan Bandung tidak bisa dilepas dari hangout-culture (budaya nongkrong), atau dalam sebutan yang umum, komunitas. Dalam kata lain semangat kreatif di Bandung dan Jogja itu bisa ditularkan. Modal-modal kota kreatif seperti yang disebut Luuvas pun ada di setiap kota, termasuk Purwakarta. Pemerintah yang (semoga saja) koperatif, perguruan tinggi, perusahaan-perusahaan swasta dan unit usaha kecil, serta kultur nongkrong anak mudanya, atawa komunitas-komunitas dan ruang kreatif yang bermunculan di Purwakarta belakangan ini. Ruang Hitam adalah salah satunya.

Bertempat di jalan raya Citalang, Purwakarta, Ruang Hitam ada untuk menjawab sedikit pertanyaan tentang mungkinkah kota kreatif diwujudkan di Purwakarta?

Terhisap ke dalam gua.

Terletak sekitar lima puluh tiga langkah orang dewasa dari perumahan Bumi Jaya Indah, lima langkah orang dewasa dari kolam renang apa gitu namanya, dan tiga ratus juta tahun cahaya dari gugusan bintang Caseyropia.

Ruang Hitam memanfaatkan salah satu sudut kediaman Piki Arto dan keluarga. Anak muda yang percaya bahwa kesenian dan iman itu beda tipis. Sama-sama penting untuk setiap orang. Ayahnya Alm. Dendin adalah seorang pelukis asal Bandung yang kemudian menetap di Purwakarta. Bagi beberapa orang yang aware pada dunia senirupa pada tahun 90-an, mungkin lukisan-lukisannya dengan ciri khas ‘menong’ dapat menyegarkan ingatan.

Rumah tempat Pikoy tumbuh di masa anak-anaknya ini  cukup besar. Tidak heran jika ukuran halaman depan, rumah, sampai ke kebun belakangnya sendiri seolah menyimpan rapat-rapat Ruang Hitam di sudut tergelapnya. Seperti laki-laki sangar yang suka menyembunyikan sisi melankolisnya.

Saat kami tanya kenapa tidak ada plang nama di depan pagar. Si empunya, Piki Arto a.k.a Pikoy malah bilang takut malaikat pada datang. Kami istighfar. Dia malah ketawa. Ya sudah deh.

Ada kesan nostalgia sepanjang jalan dari pagar depan sampai ke beranda. Suara binatang-binatang kebun, gesekan daun-daun kelapa, dan aroma-aroma khas kebun lainnya. Halaman depannya yang luas ditanami rambutan, kelapa, mangga, dan tumbuhan-tumbuhan lain. Seolah itu saja tidak cukup, Pikoy juga membuat instalasi-instalasi hidroponik di dinding dan beranda. Menambah kesan hijau yang nyaman di mata. Benar-benar bikin kerasan. Seperti berkunjung ke rumah gebetan saja.

Sangat berbeda dari kebanyakan rumah yang ada di sekitarnya. Bentuk arsitekturnya menyelisihi rumah-rumah di sekitarnya. Ukuran-ukuran pohon yang tumbuh di halamannya seperti mengatakan bahwa mereka sudah di sana sejak empat puluh tahun silam. Pilihan warna catnya yang teduh, kebiasaannya membakar dupa, sampai bentuk-bentuk furnitur dan aksesoris rumah yang dibuat empu rumah sendiri–Pikoy adalah umat Punk yang percaya bahwa DIY life Style dalah harga mati. Seperti masa lalu yang menolak dilupakan.

Pajangan karya-karya yang dijual

Ruangan Hitam itu sendiri seluas dua kali lima meter dan menjorok ke dalam, seperti gua. Semua catnya berwarna hitam dengan pencahayaan neon putih sederhana di sana-sini. Rak-raknya ditata dengan rapi, untuk memajang berbagai karya lukis, pahatan, denim, zine, buku, sampai kaus. Sebagian adalah karya ilustrator yang tergabung dalam komunitas Sketsa Sore yang juga kebetulan mengambil tempat ini sebagai markasnya. Meski ia tidak menutup kemungkinan jika semua pekerja kreatif Purwakarta dapat bekerjasama dengannya.

Salah satu kegiatan lintas komunitas

Tempat ini telah beberapa kali menggelar event komunitas, dari akustikan musik, pameran  senirupa, sampai kelas-kelas menulis dan menggambar. Ada banyak kegitan dan hal-hal kreatif di sini. Kehadirannya seperti oase di tengah Purwakarta yang literally gersang.

Tentang apa yang Pikoy lakukan dengan Ruang Hitam ia sendiri mengatakan: Daripada mengutuk gelapnya ruangan, lebih baik menyalakan lilin. Dan Ruang Hitam ada sebagai lilin itu, ikhtiar kecil untuk menyalakan atmosfir positif  berkesenian dan menghidupkan ide-ide kreatif.”

 Sebentar, kami mau tarik napas dulu. Berat, nih. He he.
==========================================================================
RUANG HITAM | Alamat Studio Seni Rupa Dendin (SSD) Jl.Raya Citalang (Seberang TK.Tunas Harapan, Setelah RM. Cobek Nini) | FB: RUANG HITAM | Pengelola : Pikoy, Av, Bucek, Nandang | Kontak : 089648867420 (Pikoy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.