Uncategorized

STAI Muttaqien VS Polibisnis Purwakarta

Di Purwakarta, kota yang sering disangkakan Purwokerto oleh orang-orang yang tidak mengenalnya, ternyata ada banyak perguruan tinggi yang menyediakan tawaran prodi yang sesuai dengan kebutuhan. Jumlahnya kampus ini cukup banyak, tapi aku malas menghitungnya. Itu artinya banyak juga mahasiswa di Purwakarta.

Aku sempat kagum mengapa mereka mau-maunya kuliah di dalam kota. Pas aku tanya-tanya mengapa kuliah di dalam kota, kukira mereka akan bilang cinta daerah atau hal-hal keren lainnya. Dan, yaelah tahunya mereka terpaksa. Mereka mengaku kuliah di sini cuma pelarian dari gagal masuk ke PTN di kota-kota besar.

Sungguh menyesakkan dada jadi perguruan tinggi di sini. Cuma jadi pelarian, gaes.

Pe-la-ri-an. Hiks.

Nah, terlepas dari persoalan ‘kampus pelarian’ ini, aku mau mencoba membuat perbandingan dari dua kampus terpopuler di Purwakarta; STAI DR KHEZ Muttaqien dan Polibisnis Purwakarta.

Kampus STAI DR KHEZ Muttaqien.

Kampus yang konon dahulunya merupakan kelas jauh dari Universitas Islam Bandung ini, dulunya dikenal sebagai kampus yang religius. Kampus ini merupakan penghasil guru agama dan profesi-profesi syar’i lainnya di dalam kota. Sehingga streotype yang terbentuk adalah mahasiswa STAI Muttaqien adalah calon ustadz/ustadzah.

Padahal, banyak banget yang cuma bercita-cita menjadi menantu pak ustadz. Kan beda, ya. (re: kumaha maneh weh lah)

Dari segi fashion, setiap mahasiswi STAI 90% adalah hijabers atau hijabers plusyou pasti know what i mean. Saking banyaknya orang yang berhijab, teman saya berkelakar dan menyebut kampus ini “kandang batman”. Karena jika malam datang, para mahasiswinya akan keluar berhamburan dengan pakaiannya yang menjuntai bak jubah batman.

Sementara pilihan musiknya tidak jauh dari lagu-lagu nasyid semi-pop begitu. Seperti lagu Akhy Anandito atau Kang Abay yang isinya mendayu-dayu soal kekasih halal, pacaran itu haram, initinya pemuda-pemudi hijrah yang ingin menikah. Uww jadi ingin.

Polibisnis Purwakarta

Selain STAI Muttaqien, Polibisnis Purwakarta merupakan kampus lain di Purwakarta yang juga populer, bahkan dalam hal tertentu kampus ini seperti antitesis STAI Muttaqien. Syeram.

Aku sering melihat sisi perbedaan yang mencolok dari tipikal mahasiswa kedua kampus ini. Polibisnis menurutku kerap berasosiasi dengan kata-kata berikut: gaul, fashionable, kafe, musik akustik, dan kemewahan-kemewahan millenial lainnya.

Jika kalian bermain ke STAI Muttaqien kalian akan dijamu dengan pemandangan akhi-ukhti, maka berkunjung ke kampus Polibisnis Purwakarta adalah jalan menuju kandang Agata (anak gawl Purwakarta). Eds!

Dari segi musik dan fashion, ya jelas mereka cenderung menyukai musik beraliran Pop, R&B atau EDM. Sementara gaya fashion mereka sepertinya gaya yang akrab dilihat pada akun ig-ig selebgram.

Namun terlepas dari semua perbedaan yang sangat visual dan stereotipikal ini. Ada hal yang perlu kita tahu, bahwa kedua kampus ini merupakan tonggak bagaimana pendidikan perguruan tinggi Purwakarta berdiri.

Tentu saja pandangan (yang agak) stereotipikal ini tampak seperti menjatuhkan yang terakhir. Tapi percayalah, garis besarnya bukan itu. Garis besarnya apa, ya? Duh bingung aku.

Intinya jangan deh menilai sesuatu hanya dari yang tampak saja. Selain tidak adil, itu juga bukan hal yang baik sebagai bekal untuk menjaring jodoh. Ya kan jodoh mah ada di mana-mana. Paling tidak, apa yang kutulis ini bisa jadi sekadar pegangan untuk cari orang tersayang yang cocok buat kamu. kalau gak juga ya gak apa-apa. Toh, di mana pun orang kuliah, yang penting lulus tepat waktu. Itu gaes.

Nah, pokoknya begitulah ya. Kalau ada salah kata mohon dimaafkan. Kalau ada protes juga langsung aja ajukan ke ketua kelas nyimpang.com (re: yarabb).

Profil Penulis

Yayu NH
Yayu NHHehe~
Unsur biotik yang menyenangkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *