MENGENAL R.H.S.S. RONGGOWALOEJO, BUPATI PURWAKARTA YANG MENULIS WAWACAN

Umumnya masyarakat mengenal R.H. Soenaria Ronggowaloejo Ronggowaluyo sebagai Bupati Purwakarta tahun 1968-1969 saja. Ternyata selain menjabat sebagai bupati, ia juga seorang penulis. Sebagian besar jenis tulisannya adalah wawacan. Wawacan adalah salah satu karya sastra Sunda  yang berbentuk prosa, tetapi ditulis menggunakan aturan pupuh. Jumlah baris, bait, rima, dan suku katanya diatur dengan ketat. Dengan kata lain, wawacan tidak ditulis bebas seperti cerpen, atau novel.

 

Keahlian menulis ini patut diapresiasi. Karena cukup langka seorang pejabat yang mempunyai kesadaran terhadap literasi, khususnya dalam bidang menulis. Bisa kita amati, para pejabat di jaman ini cukup langka yang mempunyai keahlian menulis. Bukannya tidak ada, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Tentu saja yang saya maksud adalah menulis karya yang berkualitas, bukan menulis status Facebook, atau Twitter yang hanya menonjolkan sensasi dan popularitas.

 

Kalau kita menengok ke masa silam, ada beberapa pejabat di tatar Sunda yang mempunyai keahlian menulis. Contohnya adalah Dalem Pancaniti, Bupati Cianjur pada masa silam. Dalam essay Aditia Gunawan (Tabloid Galura édisi II Agustus 2014), dijelaskan bahwa Dalem Pancaniti ternyata sudah menyusun Kamus Melayu – Sunda pada tanggal 16 Desember 1857. Bisa kita bayangkan, pada tahun tersebut ia sudah dapat menyusun kamus yang sedemikian tebal.

 

Perkara nama R.H.S.S Ronggowaluyo, memang terdapat tiga versi. Pertama, menurut buku Sejarah Purwakarta (2008), tertulis H.R. Sunaryo Ronggowaluyo. Kedua, berdasarkan catatan Facebook Ahmad Said Widodo (8 April 2010), tertulis nama H.R. Soeria Soenaria Ronggowaloejo. Ketiga, menurut buku wawacan Dalem Boncel yang ditulis dirinya sendiri, tertulis nama H.S. Ranggawaluja. Tetapi apapun itu, tidak terlalu penting. Karena saya kira nama tersebut merujuk pada orang yang sama.

 

Selain pernah menjadi Bupati Purwakarta, ia juga pernah menjadi Residen Penghubung Gubernur Wilayah I Banten. Keterangan tersebut dapat kita baca dalam pengantar pada buku wawacan Nonoman Terah Pasundan, yang ditulis dirinya sendiri pada tahun 1982. Malah dalam buku tersebut tertulis alamat Gang Beringin No. 3 Purwakarta. Berikut kutipannya.

 

Jisim kuring, pensiunan Residen Penghubung Gubernur Wilayah I Banten, di Gang Beringin No.3, Purwakarta dina ping 27 Januari 1982 parantos kasumpingan ku Bapa Darkat Daryusman, pensiunan KKI PDK Kotamadya Bogor, nu linggih di Kebon Manggu Bandung. Anjeunna parantos mopoyankeun supaya naskah raraga “Nonoman Terah Pasundan”, kenging nyusun Bapa Kadar Rohmat di Bandung, diwincik didangding nu mangrupi pupuh wawacan Sunda.

 

Perjalanan hidup R.H.S.S Ronggowaluyo memang dekat dengan terbentuknya Kabupaten Purwakarta, sejak masih menyatu dengan Karawang, sampai menjadi kabupaten yang mandiri. Pada tanggal 26 Agustus 1948, ia dipilih oleh SP 88 menjadi Bupati Karawang Timur. Adapun tujuannya adalah untuk mengisi kekosongan kekuasaan (vacum of power) di wilayah Karawang Timur.

 

Setelah Bupati Moh. Hasan Sutawinangun lengser pada akhit tahun 1966, R.H.S.S Ronggowaluyo dilantik menjadi pejabat sementara Bupati Purwakarta pada tahun 1967. Tidak lama kemudian, bupati baru pun dilantik, yaitu R. H. Acu Syamsudin yang menjabat tahun 1967-1968. Kemudian tanggal 28 Juni 1968, Menteri Dalam Negeri, Jenderal Basuki Rahmat, melantik R.H.S.S Ronggowaluyo menjadi Bupati Purwakarta. Sejak itulah, Kabupaten Purwakarta menjadi kabupaten yang mandiri (Hardjasaputra, 2008).

 

Perkara karya-karya R.H.S.S Ronggowaluyo, sebagian besar adalah berupa wawacan. Menurut catatan Facebook Ahmad Said Widodo, ternyata cukup banyak karya yang sudah ditulis oleh beliau. Berikut adalah karya-karyanya.

 

 

 

  1. Sadjarah Islam. Dianggit ku H.S. Ranggawalujo. Dipasieup ku Darkat Darjusman. Jil 1-5, Rangkasbitung, 1966.
  2. Kiamat. Dikarang ku Moh. Abday Rathomy. Didangding ku H.S. Ronggowaluyo (Residen Banten di Serang). Serang, 1975.
  3. Riwayat H.S. Ronggowaluyo Residen Banten di Serang. Jil. 1, 1975.
  4. Riwayat H.S. Ronggowaluyo Residen Banten di Serang. Jil. 2, 1977.
  5. Siliwangi Masa Ka Masa. Disadur ku H.S. Ronggowaluyo. Jil 1-2, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah – Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta, 1980.
  6. Wawacan Hirup Sabada Maot (Hidup Setelah Mati). Dikarang ku Al Ustadz Bey Arifin. Disadur ku H.S. Ronggowalujo. Purwakarta, 22 Desember 1977. Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah – Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta, 1980.
  7. Wawacan Sajarah Anbia. Dikarang ku Al Ustadz Bey Arifin. Didangding ku H.S. Ronggowalujo. Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah – Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta, 1980.
  8. Wawacan Lengkepna “Sajarah Nabi Muhammad S.A.W.” (Dikarang ku K.H. Munawar Chalil – dianggit ku H.S. Ranggawaluja). Purwakarta, 15 Juni 1981.
  9. Wawacan Nonoman Terah Pasundan. Dikarang ku Kadar Rohmat. Dianggit ku H.S. Ranggawaluya. Dipasieup ku Darkat Daryusman. Purwakarta, 27 Januari 1982.
  10. Wawacan R.A. Kartini. Dikarang ku Titi Soemandari Soeroto. Dianggit ku H.S. Ranggawaluya. Jil. 1-3, Purwakarta, 01 Januari 1982.
  11. Wawacan Hulapaurasidin. Dikarang ku Bahrum Rangkuti. Didangding ku H.S. Ranggawaluya – dipasieup ku Darkat Daryusman. Jil. 1-2, Purwakarta, 15 Januari 1983.
  12. Wawacan Raja Pajajaran Pamungkas. Dikarang ku Kadar Rohmat. Dianggit ku H.S. Ranggawaluya – dipasieup ku Darkat Daryusman. Purwakarta, 10 Maret 1983.
  13. Wawacan Riwayat 60 Sahabat Rasulullah S.A.W. Dikarang ku Khalid Muhammad Khalid. Dianggit ku H.S. Ranggawaluya. Jil. 1, Purwakarta, 22 Desember 1983.
  14. Regen Boncel (Bupati Caringin) / Wawacan Dalem Boncel, 1 September 1964. Dianggit ku H.S. Ranggawaluja. PN. Balai Pustaka, Jakarta, 1985.
  15. Sajarah Sarsilahna Sekeseler Seuweu Siwi Katurunan Embah Patih Karsinem Mataram Abad 17 Masehi. Dianggit ku H.S. Ronggowaluyo. Purwakarta, 01 November 1985.
  16. Wawacan Tungtunan Hirup Muslim. Dikarang ku MD Ali Al Hamidy. Dianggit ku H.S. Ranggawaluya. Jil. 1, Al Ma’arif, Bandung, 1988.
  17. Wawacan Wanoh Ka Allah. Dikarang ku Al Ustadz Bey Arifin. Dianggit ku H.S. Ranggawaluya. Jil. 1-3, Purwakarta.

 

Empat di antara tujuh belas karya di atas, sekarang dapat kita baca di perpustakaan Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah (JPBD) UPI. Empat judul buku wawacan tersebut adalah Siliwangi Masa Ka Masa Jilid I & II, Regen Boncel (Bupati Caringin), Wawacan Nonoman Terah Pasundan, Wawacan Sajarah Anbia. Sedangkan koleksi perpustakan JPBD yang tidak tercatat dalam catatan Facebook Ahmad Said Widodo, di antaranya adalah Wawacan Pangeran Dipati Ukur I, jeung Wawacan Pangeran Dipati Ukur II.

 

Dalam Katalog Online Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (opac.pnri.go.id) pun terdapat dua judul, yaitu Wawacan Siliwangi Masa Ka Masa (monograf, lokasi: lantai 05C jumlahna 2 item, lantai 3 jumlahnya 4 item), dan Wawacan Hirup Sabada Maot (monograf, lokasi: lantai 3 jumlahnya 2 item). Adapun judul-judul yang lainnya tidak dapat dilacak oleh penulis, mungkin tersebar di beberapa perpustakaan lainnya, dan menjadi dokumentasi keluarga R.H.S.S. Ronggowaluyo.

 

Dari keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa karya-karya R.H.S.S. Ronggowaluyo umumnya berupa wawacan yang berupa saduran dari cerita-cerita yang sudah ada sebelumnya. Selain itu, banyak juga wawacan yang berkaitan dengan agama Islam. Adapun perkara latar belakang penerbitannya, pada halaman depan buku wawacan tersebut tertulis Proyék Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah nu diayakeun ku Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Profil Penulis

Prayoga Adiwisastra
Prayoga Adiwisastra
Alumni Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah. Kungsi aktif di Komunitas Sastra Turus, ASAS UPI, jeung Sanggar Sastra Purwakarta. Kiwari cekel gawé salaku Guru Basa Sunda di MTs Assalam Plered

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.