Mengamati Fenomena Bukber dari Jenis Kelompok-Kelompoknya

source http://equator.co.id/manfaat-buka-puasa-bersama/

Assalamualaikum, para penyimpang. Marilah kita pakuat-kuat bertaubat! Karena sekarang adalah bulan Ramadan. Bukan saja karena taubat kita lebih diterima, tapi juga karena di bulan suci ini juga ada saja celah-celah untuk berbuat dosa yang sering luput dari perhatian kita. Tsaah~

Termasuk dalam menyikapi fenomena bukber ini. Kita kan tahu semua perbuatan punya potensi untuk menjadi perbuatan dosa, juga bisa jadi potensi pahala. Bukber misalnya, itu kan bagus untuk mendapat pahala silaturahmi, tapi kan bakalan jadi dosa kalau misalnya, bukabeurang (buka saat siang) atau bukanya Maghrib, tapi lauknya daging kucing.

Oh ya sebelumnya saya mohon maaf kepada ketua kelas nyimpangdotcom karena kemarin sudah memberikan harapan palsu. Sebab ada kegiatan yang lain ketika tidak menghadiri undangan live instagram nyimpangdotcom. Sekarang saya menyesal. Saya akan menebus kesalahan itu dengan merangkak 77 kali putaran di Situbuleud sambil teriak-teriak: “Revolusi, revolusi, revolusi!”

(Editor: si ketua kelas bilang “kumaha sia we Hadi!” Kasihan dia hampir saja batalin puasanya dengan ngomong kasar, tapi tidak jadi karena kagok dua jam lagi maghrib. Btw, dia juga tetep ngomong kasar seperti biasa sih.)

Fenomena buka bersama pada bulan Ramadan memang bisa menjadi momentum untuk saling berbahagia, kangen-kangenan, dan tentunya mempererat silaturahmi. Melalui buka bersama, bisa berkumpul dengan orang-orang yang pernah mengisi hidup kita. Kultur ini cocok untuk masyarakat Indonesia yang doyan ngariung (berkumpul) dan mengobrol atau minimal kumpulnya bareng, tapi ngobrolnya di grup wa.

Nah, berikut ini amatanku pada beberapa hal yang menarik soal jenis-jenis pecinta bukber ini.

 

Kelompok Bukber Terplanning

Tidak mau kehilangan momen karena kehabisan tempat dan keburu lebaran, golongan bukber ini akan merencanakan semuanya  jauh-jauh hari,bahkan sebelum bulan puasa tiba. Dari booking tempat makan, makanan yang disajikan, sampai rundown acara yang kelak akan diadakan.

Bagi golongan ini, rencana adalah modal keberhasilan bukber yang sempurna. Rencana yang matang berarti memenangkan separuh peperangan. Kata Tsun Zu.

 

Kelompok  Bukber Wacana Forever

Di suatu grup whatsapp

Had : Bukber yuk?

Di : Ayo..setuju..

Al : harus dong..

Bu : Asiiikkkk ketemu juga ..

La: Iya, udah lama ya..

Qi: Di mana nih?

…..

…..

(Kemudian lebaran)

 

Sama-sama menyukai rencana, tapi sayang selalu berakhir wacana saja. Puasa sudah usai, namun bukber masih saja jadi pembicaraan yang misterius. Menyisakan chat-chat yang hanya ramai di awalnya dan kemudian sunyi senyap seperti tak berpenghuni saja grup itu. Sampai ketemu Puasa berikutnya. Gitu aja terus, wkwk~

 

Bukber Dadakan Society

Jika direncanakan malah gagal. Sebaliknya yang dadakan dan spontan sering kejadian karena sudah  sering mendapatkan kekecewan tidak mendapatkan tempat, golongan bukber ini biasanya tegar dengan motivasi andalan dalam diri, pokoe sing penting kudu bukber!

 

Anti-Bukber Bukber Paket Hemat Club

Nah, siapa nih? Ayo ngaku! Selama bulan puasa, masjid-masjid biasanya menyediakan takjil untuk berbuka. Nah, kesempatan ini biasanya jadi incaran tak terkecuali makhluk bernama mahasiswa.

Jadi, mau buka di masjid mana sore ini? Jangan ingetnya cuma bawa plastik doang.

 

Kelompok Bukber Menjelang H-Sekian Lebaran

Kamu seorang pendatang di kotamu sekarang. Sedangkan teman-temanmu bukan. Ketika kamu harus segera mudik, tetapi teman-temanmu justru baru bisa kumpul menjelang H- Lebaran.  nunjuk diri sendiri.

Meski semua itu ada sisi-sisi ngeselinnya. Sisi baiknya, bukber adalah cara asyik bersilaturahmi saat bulan puasa. Kangen dapet, kenyang juga. Apapun bukbernya, semoga dompetmu baik-baik saja, tapi gimana mau baik-baik aja, mulai dari temen TK sampai kuliah, komunitas, dan organisasi ngajak bukber semua?

Terpenting adalah ketika azan berkumandang segeralah berbuka! tapi omat adzan magrib!

Profil Penulis

Hadi Ibnu Sabil
Hadi Ibnu Sabil
Lahir di Karawang, 13 Juli 1996, berkegiatan di Komunitas Pena dan Lensa Purwakarta (KOPEL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.