Membaca Tanda [Puisi-puisi Rizki Andika]

Membaca Tanda

#1

sepasang wajah merindukan samudera

di bibir pantai dengan langkah bingung

tidak bisa kembali ke rumah laut jawa

sebab arah tak terima perasaan palsu

bunyi penolakan ombak adalah tanda

angin memilih utara daripada mereka

membaca pesan kepulangan matahari

meninggalkan jagat raya tiap harapan

 

#2

mereka menyimpan kata maaf di pasir

berharap air datang membawa ke laut

siapa sanggup mendahului kejadian

tak ada di antara mereka yang bisa

 

waktu adalah pengadil terbaik

surut datang bukan tanpa maaf

laut ingin istirahat dari air mata

sepasang wajah yang berkhianat

 

#3

burung migran menutup pintu samudera

mencairkan keagungan sore menjadi bulan

langit laut tetap milik malam mereka terkunci

ingatan matahari pergi mencari jagat raya lain

 

bintang bintang di air tak satu pun memandang

sadar membaca tanda pada diri masing masing

perahu melaut bukan karena angin atau rumah

pelaut datang sebab percaya pada keinginan

 

Karawang Juni 2018

 

 

 

Hari-Hari dalam Kalender

 

kenangan menjelma hari hari

dalam kalender yang basah

angka angka bergerak lambat

setia kepada pergantian musim

 

di wajah tembok yang sepi

terkadang hujan berguguran

pada hari tahun kelahiran

atau pergantian usia kalender

 

kemarau seringkali mengetuk

sebab pertemuan tak bertamu

angka angka hanya bisa diam

karena tak ada tanda pada hari

 

kalender sanggup menahan rasa

hari hari resah berlalu tanpa bicara

kenangan berganti di setiap angka

semua tersusun rapi dengan luka

 

Karawang Juni 2018

 

 

Pertemuan di Laut

 

banyak pertemuan gugur

waktu melesapkan janji

bukan tentang harapan

atau sepasang mata

 

langit bukan pengabai

sementara tubuh beranjak

menjauhi bayangan rasa

kerinduan terus mengikuti

 

sekian langkah menjauh

arah membawa pergi

seperti air sungai

menuju ke laut

 

kita dipertemukan jarak

tanpa melayangkan janji

semesta kembalikan rindu

waktu memberi pertemuan

 

kukatakan seperti laut

melarung segala rahasia

tetap menjaga hampa

menanti matahari tiba

 

kaukatakan mirip sungai

lekukan sepanjang arus

adalah luka kerinduan

kepada perasaan laut

 

berpura pura tenggelam

mengabaikan pesan langit

saling mendiamkan rindu

padahal mata berpelukan

 

Karawang Juni 2018

 

 

Bunga Sepanjang Jalan

 

cahaya malam menyerap wangi

langkah yang menjauhi pulang

tanpa suara kegelisahan luruh

bersama angin menuju bulan

 

bunga bunga tumbuh di jalanan

harum melayang di antara jejak

lampu lampu kota yang hidup

menanti padam dan matahari

 

banyak kaki melepaskan rasa

mekar menyatu dengan bunga

tanpa tahu cara mendekati air

tak sadar batang telah tanggal

 

sesekali berharap dalam waktu

hidup tetap mekar di halaman

atau tidak menumbuhi jalanan

tapi malam datang lebih cepat

 

bunga kuncup baru bermekaran

angin meraba warna warni diri

langkah dengan gelisah datang

berharap lampu bertahan lama

 

beberapa kaki melupakan kota

pulang bawa kenangan di jalan

tak sedikit yang kembali datang

menyiram atau sekadar mencium

 

bunga sepanjang jalan terdiam

waktu merindukan tanah muncul

di antara langkah langkah gelisah

berharap malam tak pernah hadir

 

Karawang Juni 2018

 

 

Laut di Lemari Buku

 

aku merasakan laut

menyapa bersama angin

gantikan kepergian senja

dengan burung migran

 

membawa anak kata

beraroma cahaya pagi

seperti rasi bintang

milik angkasa

 

ke kamar buku buku

menidurkan tokoh

dari segala kisah

dalam alunan sunyi

 

puisi yang bertahan

dari lahir menuju pulang

dengan segala kenangan

di luar dan dalam kamar

 

surat surat tentang masa

terimpit buku dan debu

laut dalam selalu muncul

untuk itu aku mencari kau

 

Karawang Juni 2018

Profil Penulis

Rizki Andika
Rizki Andika
lahir dan tinggal di Karawang. Belajar menulis di Rumah Seni Lunar. Berkegiatan di Perpustakaan Jalanan Karawang dan menjadi mahasiswa di Universitas Singaperbangsa Karawang. Salah satu penulis dalam antologi puisi: The First Drop of Rain (Banjarbaru’s Literary Festival, 2017), Anggrainim, Tugu dan Rindu (Temu Penyair Nusantara di Pematangsiantar, 2018). Puisinya tersiar di media cetak dan dalam jaringan. Dapat dihubungi melalui twitter @rizkiandikaa08.