Melihat Netizen Bekerja

Melihat “Pelakor” Bekerja

Betapa sulit memahami dan mencoba menuliskan kembali hal-hal yang sedang populer di tengah-tengah zaman now ini, di mana arus informasi datang bak banjir bandang. Tapi aku harus mencobanya.

Jadi, begitu aku dapat tantangan melakukan ini. Aku tinggal melakukannya dengan cara yang biasa akulakukan: stalking!

Dengan kekuatan stalking yang sudah dilatih beratahun-tahun, mondar-mandir sana-sini akhirnya aku bisa menuliskan sesuatu, dan bisa tidur dengan tenang.

Ternyata  Pelakor adalah singkatan dari Pencuri Laki Orang (Pelakor). Istilah ini menjadi terkenal setelah terjadi kasus labrak-melabrak seorang remaja yang menduga ayahnya telah direbut oleh wanita lain.

Video yang terekam selama beberapa menit itu kemudian viral di berbagai media sosial. Hal ini membuat netizen yang sedikit waas, banyak komentarnya menjadi was-was dan parno. Keadaan yang semula panas oleh Papa, tiba-tiba menjadi lebih semrawut. Urusan hati sodara, adalah urusan hati,

Dengan perasaan seorang stalker sejati aku berusaha mencari wawasan lebih pada mereka yang tidak penting, namun kukira tetap layak dikutip, sebab mereka sangat ‘menyimpang’. Begini aku ajukan pertanyaan pada mereka: Apa yang akan kamu lakukan jika bertemu Pelakor?

“Saya mau jambak rambutnya. Kalau bisa sampai lepas!” –Ceu Rosa, Guru SMK, 30 Tahun sudah menikah.

 

“Ya labrak, lah. Cewek nggak tau diri begitu harusnya nggak ada di bumi.” –Teh Maudy, Pedagang Es Nutrisari, 28 Tahun sudah menikah.

 

“……………..” –Si Eta, Mahasiswi, 20 Tahun. Belum menikah. Plus ekspresinya terlihat bingung dan marah. “Kok aku diblock yah?” Tambahnya lagi.

Well, istilah ‘pelakor’ nampaknya memang istilah baru (Re: meski udah engga baru-baru amat) yang bakal awet. Seperti lelucon-lelucon garing poligami bapak-bapak di grup WA.

Untuk menambah wawasan anda agar lebih patriarqies (namun dalam level yang lebih lucu) berikut adalah istilah lain yang juga hasil kreativitas netijen lainnya:

 

  1. Pesuor (Peminjam Suami Orang)

Yaaa, walaupun sekilas seperti istilah meminjam barang. Tapi setidaknya istilah ini mengandung filosofi bahwa suami yang direbut toh suatu saat akan kembali lagi pada istri lama. Jadi, cuma dipinjam sebentar kemudian dikembalikan lagi. Romantis kan? Palelu!

 

  1. Walingmi (Wanita Maling Suami)

Hatiku mendadak geli saat istilah ini dikenalkan selebgram yang sedang viral. Bagaimana tidak. Wanita Maling Suami ini seperti menyebutkan bahwa para suami adalah barang mati yang tak berdaya: siap untuk dicuri, dan akan diam jika tidak kembali. Kayak ayam.

 

  1. Surian (Suami Curian)

Aku pikir nama suatu Negara, ternyata itu Suriah beb~

 

Pada akhirnya istilah ‘pelakor’ tetap jadi urutan pertama entah kenapa. Tapi yang jelas semua istilah ini menunjukkan tidak ada yang bisa selamat dari patriarqisma, jurang utama yang membuat wanita serba disalahkan. Sekali-kali wahai umat netijen yang budiman, sebagai saran saja buatlah istilah yang adil. Kamu bisa coba misalnya:  Walangku Ada Lima (Wanita lelaki Selingku, Aku Dilema) gak nyambung ya? Bodo amat.

 

Eniwei, inilah dia rubrik pertama Melihat Netijen Bekerja. Waspadala! Waspadala!

Profil Penulis

Yayu NH
Yayu NHHehe~
Unsur biotik yang menyenangkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *