Enam Rekomendasi Tempat Takjil Untuk Umat Proletar Purwakarta

Bulan Ramadan adalah bulan penuh keberkahan. Selain aktivitas baik kita mendapat pahala, menahan lapar dan dahaga dari terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari tentu menjadi tantangan berat bagi mereka yang kesehariannya tidak bisa lepas dari makanan dan hal-hal hedonis lainnya–tsaah.

Namun tidak bagi para kaum-kaum proletar yang terbiasa menelantarkan perutnya dengan nelangsa dan berpegang teguh pada adagium “makan ngga makan sing penting sama rata sama rasa.”

Saya termasuk satu dari bagian umat tersebut. Biar lebih terkesan universal dan tidak memihak, sebut saja kaum ini adalah mahasiswa akhir bulan. Kaum borjuis di dunia maya, umat proletar di dunia nyata.

Apalagi jika mengingat akhir-akhir ini orang-orang sedang giat mengadakan buka bersama di cafe atau resto yang wah luar biasa aesthetic dan instagramable. Sebab tak bisa dipungkiri selain enak dan murah, keinginan untuk tampil kekinian adalah godaaan terbesar umat millenial. Sekali cekrek!, tag, kemudian unggah ke instagram. Kaffah-lah puasa kita.

Kamerad-kameradku yang dirahmati Allah ta’ala. Jika Anda sudah membaca “Polibisnis VS STAI Muttaqien”, insyaallah kamerad-kameradku sudah mafhum dengan yang dimaksud kaum proletar ini. Ya tentu saja “proletar” itu tak sesederhana apa yang dibilang dalam kamus (kelas sosial paling rendah). Seperti yang kusebut tadi, borjuis di dunia maya, umat proletar di dunia nyata.

Sekarang, izinkan aku membeberkan rahasia serius tentang tempat-tempat yang biasa digunakan kaum proletar untuk berbuka puasa.

 

1. Pecel Ayam PSG Jl. RE Marthadinata

Jika sedang berjalan-jalan sore di area jalan tengah dan terjebak maghrib di jalan, maka solusi yang tepat adalah berbuka di Pecel Ayam PSG. Tempat makan yang berlokasi di pinggir jalan ini mengusung tema “Bengkel” karena ya memang jika siang hari tempat ini adalah bengkel dan malam hari berubah menjadi warung pecel. Keajaiban warung kaki lima, seperti biasa.

Persediaan makanannya pun jangan ditanya, mulai dari ayam, bebek, lele, sea food, sambal penyet, kol goreng sampai pete goreng. Semuanya ada, tinggal memilih sesuai selera dan keadaan dompet, tapi dengan syarat harus datang lebih awal karena warung ini selalu ramai.Kocek yang harus dikeluarkan sekitar 18 ribu ke atas. Bagaimana, murah kan?

 

2. Es Teler depan kampus UPI Purwakarta

Menu es campur memang paling afdhol untuk dipakai berbuka, tapisiapa yang tidak kenal es teler paling nikmat seantero planet bumi raya ini? Dengan tempat yang memanjang dan poster bergambar aneka es terbentang mengitari atap-atap warung es teler. Menu yang disediakan cukup beragam dari mulai es teler, es jeruk, sampai es oyen ada semua!

Harga yang ditawarkan pun beragam dimulai dari 12rb sampai 18rb. Harga yang bersahabat dan pengertian untuk isi dompetmu~

 

3. Aneka gorengan depan minimarket medioker semacem Alfa dan kamerad-kameradnya yang kapitalistik itu.

Meski es dan gorengan bukanlah makanan yang healthy untuk berbuka. Tapi ya karena kita semua bodoamatan, tak heran jika ada adagium seperti ini: berbuka tanpa gorengan, bagai taman tak berbunga atau bagaikan saling sayang, tapi tidak berani saling mengungkapkan.

Gorengan dipercaya jadi menu ternikmat setelah kolak dan es campur. Harganya yang minimalis, kulitnya yang seksi dan penuh kilapan minyak goreng, dan rasanya yang sama di mana saja letaknya pedagang gorengan ini. Soalnya dari Sabang sampai Merauke, rasa bakwan sama saja. Saya kira tadinya cuma Pancasila yang bisa menyatukan perbedaan kita.

Kini saya tahu, gorengan adalah kunci persatuan kita: NKRI adalah gorengan!

 

4. Kosan Teman

Sebagai kaum proletar yang setia kawan, alangkah lebih baik jika teman-teman memanfaatkan kosan teman. Selain hemat, teman-teman bisa lebih santai dan bebas. Berbeda jika berbuka di restoran, kalian dituntut untuk bisa jaga image dan bergaya borjuis. Sungguh menyelisihi nilai-nilai perlawanan kelas sosial.

Tapi di kosan teman, gaya apapun bisa dilakukan termasuk berbuka sambil koprol walaupun itu adalah tindakan yang tidak manusiawi. Kamu tetap bisa melawan borjuasi dari kosan teman, kamerad!

Menu yang ditawarkan tidak akan jauh dari nasi warteg tercinta dengan kisaran harga Rp. 10.000 teman-teman bisa mendapatkan nasi porsi kuli plus lauk pauk dan seplastik teh hangat.

 

5. Masjid

Subhanallah, ini adalah tempat terpilih, selain mendapat takjil untuk berbuka, kalian akan mendapat ketenteraman hati karena sebelum azan, biasanya masjid manapun menyuguhkan lantunan ayat-ayat suci alquran.

Di masjid, kita akan berjumpa dengan para ustadz, musafir (orang yang sedang dalam perjalanan) juga kawan sejawat yang juga sama-sama kismin. Tidak ada harga yang perlu dikeluarkan, asal datang dengan hati ikhlas dan damai maka beragam takjil bisa didapatkan cuma-cuma.

Wayarzuquhu min haitsu la yahtasibu. Semuanya datang dari Allah, dari sisi yang tak kita duga, kame—eh… akhi, ukhty.

 

6. Kantor Nyimpang.com

Ini adalah tempat terakhir menurut penelitian saya selama mengembara di Purwakarta. Selain ramah jomblo dan banyak buku-buku bagus, kantor redaksi yang berisi orang-orang kreatif ini juga menyuguhi tempat yang instagramble. Bagaimana tidak, berkat kelihaian tangan mister Devonsucker mengecat tembok menjadi lebih aesthetic dan berwarna, menjadi salah satu alasan kenapa tempat ini selalu ramai dikunjungi anak-anak muda.

Tidak ada menu dan harga di tempat ini, kalian hanya perlu datang dan memperlihatkan wajah memelas, maka ketua kelas dan segenap jajarannya akan berbaik hati mengajak berbuka bersama dengan menu alakadarnya. Kadang kalau lagi ada duit, ada buah dan kue-kue. Kalau lagi miskin yaaa air putih dingin sama gorengan doang.

Itulah enam tempat yang aku rekomendasikan. Cocok dikunjungi kala dompet tercekik namun apadaya baginda Rasul Saw bersabda: segerakanlah berbuka.

Selamat berbuka, kamerad-kameradqu!

Profil Penulis

Yayu NH
Yayu NHHehe~
Penulis adalah perempuan biasa yang menemukan Komunitas Swara Saudari sebagai wujud kepedulian terhadap isu-isu perempuan. Senang menjadi fasilitator Kelas diskusi dan sesekali menulis berbagai isu gender di beberapa media online. Selalu ingin disapa duluan, silakan coba di akun twitter @owyaaay sampai jumpa di sana, ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.